Beatriff Collective Bawa Buku Kedua Tur ke Jakarta, Bogor, dan Tangerang
MATARAM — Media musik kolektif asal Lombok, Beatriff Collective, menggelar “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta–Bogor–Tangerang” pada 29 September hingga 3 Oktober […]
MATARAM — Media musik kolektif asal Lombok, Beatriff Collective, menggelar “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta–Bogor–Tangerang” pada 29 September hingga 3 Oktober […]
Lagu ini tidak semata-mata berbicara tentang kehilangan, tetapi juga tentang bagaimana manusia memaknai kehadiran orang-orang yang dicintainya.
Seorang calon penonton menulis singkat di kolom komentar: “Banyak omong, padahal yang kami tunggu cuma refund-an tiket.” Kalimat itu pendek, tapi mewakili ribuan orang yang kini menunggu tanpa kejelasan.
Dengan begitu, malam itu menjadi semacam ekosistem kecil: ada performer, ada crew, ada penonton, semuanya bergerak dalam satu ritme yang sama.
Dalam tur ini, kedua band akan membawakan materi lagu yang merepresentasikan arah musikal masing-masing
Single ini menjadi ruang refleksi sebuah tempat memperoleh maknanya bukan hanya dari keindahan alam, melainkan dari kenangan dan sosok yang menyertainya.
Para seniman Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menggalang donasi sebesar Rp12.775.000 hanya dalam waktu tiga jam
Dirilis tepat saat momentum peralihan tahun, Tapaq Tilas sekaligus menjadi tanda lahirnya suara baru dalam lanskap musik dan teater Indonesia — suara yang jujur, personal, dan berani merentangkan narasi batin melalui nada.
“Kami berharap lagu-lagu kami bisa jadi bahan perenungan—tentang hidup, tentang kondisi sosial. Silakan dinikmati musiknya, liriknya, atau salah satunya,” pesan mereka kepada pendengar baru
“Kami berharap bisa menjadi band wanita di Lombok yang terus melahirkan karya dan tetap terlihat, seperti bintang dan senja,” ujar mereka.