
Sound Of Magic Island Menyanyikan Rindu untuk Senggigi
Lagu ini menjadi penanda penting, sekaligus penawar rindu akan kawasan wisata legendaris yang pernah menjadi ikon pariwisata Pulau Lombok.
Halo warga kolom! pada laman ini kalian bisa mendapatkan informasi seputar musik dan mencari data mengenai ekologi musik di Pulau Lombok. Selamat berselancar
Next Event!
Playlist Pilihan Tim Konser Lombok

Lagu ini menjadi penanda penting, sekaligus penawar rindu akan kawasan wisata legendaris yang pernah menjadi ikon pariwisata Pulau Lombok.

Single “wHERE were you?” secara tematik berangkat dari pengalaman emosional yang intim, mengangkat isu kehilangan, duka, perasaan ditinggalkan, hingga harapan untuk pulih. Lagu ini dirancang sebagai medium katarsis—tidak hanya bagi para personel, tetapi juga bagi pendengar yang memiliki pengalaman serupa.

Melalui Sunyi, Studi, Safari, Mon Harja menawarkan lebih dari sekadar debut musikal. Album ini menjadi dokumen emosional tentang bertahan hidup di tengah ketidakpastian, sekaligus penanda lahirnya suara baru dari skena independen Lombok.

Melalui RESIDU, YUENBY tidak sekadar menawarkan musik sebagai produk hiburan, tetapi sebagai medium pengalaman emosional. EP ini terasa seperti ruang refleksi—mengajak pendengar menelusuri kembali fragmen perasaan yang mungkin pernah mereka tinggalkan, namun belum sepenuhnya selesai.

Dengan rilisan ini, Navarin menempatkan diri sebagai bagian dari gelombang baru musisi independen Indonesia yang kembali mengeksplorasi sensibilitas pop klasik dengan pendekatan kontemporer.

Single ini menjadi ruang refleksi sebuah tempat memperoleh maknanya bukan hanya dari keindahan alam, melainkan dari kenangan dan sosok yang menyertainya.

Para seniman Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menggalang donasi sebesar Rp12.775.000 hanya dalam waktu tiga jam

Lagu “Tarian Penghancur Raya” karya .Feast merepresentasikan kegelisahan dan amarah terhadap kerusakan yang terus dinormalisasi. Lagu ini tidak berhenti sebagai ekspresi artistik semata, melainkan

Dirilis tepat saat momentum peralihan tahun, Tapaq Tilas sekaligus menjadi tanda lahirnya suara baru dalam lanskap musik dan teater Indonesia — suara yang jujur, personal, dan berani merentangkan narasi batin melalui nada.