Panggung Ujian yang Menjelma Jadi Pertunjukan: Malam UKK Seni Musik SMKN 5 Mataram di SAVAH

Malam itu di SAVAH Hidden Glamping & Eatery, tak ada yang benar-benar terasa seperti ujian. Lampu menyala, penonton berkumpul, dan tiga siswa naik ke atas panggung dengan satu hal yang sama: gugup yang tak bisa disembunyikan, tapi harus dilampaui.

Kamis, 16 April 2026, SMKN 5 Mataram menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk Program Keahlian Seni Pertunjukan, Kompetensi Keahlian Seni Musik. Tapi yang terjadi malam itu lebih dekat ke sebuah pertunjukan hidup—sebuah gig kecil dengan taruhan besar.

Poster UKK SMKN 5 Mataram 2025/2026 (dok. pribadi 2026)

Selama dua jam, dari pukul 20.00 hingga 22.00 WITA, panggung menjadi ruang pembuktian. Bukan hanya soal benar atau salah, tapi tentang bagaimana seseorang berdiri, memainkan nada, mengendalikan rasa gugup, dan tetap terhubung dengan penonton yang menatap.

Tiga peserta diuji secara kelompok dan individu. Mereka memainkan lagu, merespons dinamika, menjaga tempo, dan sesekali membiarkan diri mereka larut dalam interpretasi. Di balik itu semua, ada penilaian yang berjalan diam-diam: ketepatan nada, kontrol teknik, keberanian berimprovisasi, hingga sikap di atas panggung—hal-hal yang tak selalu terlihat, tapi terasa.

Di sisi lain panggung, dua penguji memperhatikan dengan saksama: Sofiyan Novi Oktavian dan Yuga Anggana. Yuga beberapa kali melempar pertanyaan, menguji bukan hanya kemampuan bermain, tapi cara berpikir musikal para peserta. Satu per satu jawaban dilontarkan, kadang ragu, kadang mantap—dan di situlah ujian sebenarnya terjadi.

Di antara penonton, seorang ibu berbisik pelan, “Ikut tegang saya.” Kalimat sederhana, tapi cukup menjelaskan suasana malam itu: campuran antara kebanggaan, harap, dan kecemasan yang menggantung di udara.

Menariknya, panggung ini tidak hanya milik peserta ujian. Siswa kelas XI turut tampil mengisi jeda, menghadirkan energi yang lebih cair, lebih lepas. Namun peran mereka tak berhenti di situ. Di balik layar, mereka adalah tim produksi: mengatur alur acara, mengelola teknis panggung, memastikan suara dan waktu berjalan rapi.

Menurut Kharisma Priasa, keterlibatan ini bukan kebetulan. “Mereka sedang belajar Tata Teknik Pentas, jadi ini praktik langsung. Mereka belajar bukan hanya tampil, tapi juga bagaimana sebuah pertunjukan itu bekerja,” ujarnya.

Dengan begitu, malam itu menjadi semacam ekosistem kecil: ada performer, ada crew, ada penonton, semuanya bergerak dalam satu ritme yang sama.

Bagi Yuga Anggana, yang hampir setiap tahun terlibat sebagai penguji, dinamika kualitas siswa adalah hal yang wajar.
“Progresinya terasa, meski pelan. Kadang ada angkatan yang sangat kuat, kadang menurun. Tapi itu juga soal mental di panggung. Tegang atau tenang bisa sangat menentukan,” ujarnya.

Di luar panggung, ada cerita yang lebih panjang. SMKN 5 Mataram hingga kini menjadi satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Lombok yang membuka jalur seni musik. Dari sana, lahir nama-nama yang kini aktif di skena lokal, seperti Andhika, Olan, hingga Lalu Damar.

Para pengajarnya pun bukan sekadar pengajar. Sofiyan Novi Oktavian dikenal dengan nama panggung Vee Nhavan, aktif merilis karya dan tampil. Sementara Kharisma Priasa, Dian, dan sosok yang akrab disapa Ibu Dila bergerak di antara ruang kelas dan ekosistem kreatif musik Lombok.

Namun di balik semua itu, ada satu kenyataan yang belum berubah: jumlah siswa masih sedikit. Minat terhadap pendidikan musik di tingkat SMK belum benar-benar stabil. Padahal, di wilayah pariwisata seperti Lombok, panggung selalu ada—di kafe, hotel, ruang publik—menunggu diisi oleh musisi yang siap.

“Semoga ke depan peminat musik semakin meningkat,” kata Kharisma, menutup percakapan.

Dan mungkin, malam itu adalah salah satu jawabannya.

Karena di panggung kecil seperti ini, seorang siswa tidak hanya diuji. Ia sedang belajar menjadi musisi—dengan penonton sebagai saksi, dan dirinya sendiri sebagai penentu.

Para pengajar dan para peserta ujian UKK SMKN 5 Mataram (dok. pribadi 2026)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top