MATARAM, 18 Januari 2026 — Solidaritas lintas disiplin seni mengalir kuat di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Sabtu malam (17/1). Melalui pergelaran amal bertajuk “ARTUNITY: Art Speaks, Humanity Listens”, para seniman Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menggalang donasi sebesar Rp12.775.000 hanya dalam waktu tiga jam. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.
Mengusung semangat persatuan, Artunity—akronim dari Art, Culture, Unity, and Humanity—menjadi ruang temu berbagai ekspresi seni. Sejumlah nama tampil bergantian, mulai dari Cikughea Sand Animation, Miracle Dancers, Saksak Dance Production, hingga suguhan musik dari Isvara, Denta Haritsa, Gerryduta, dan Pelvist. Kolaborasi lintas genre ini berhasil menarik simpati publik dan menegaskan peran seni sebagai medium empati sosial.

Ketua Pelaksana Artunity, Cikughea, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keyakinan bahwa seni memiliki daya dorong lebih dari sekadar hiburan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menggerakkan hati dan memberi dampak nyata. Harapan saya, pemerintah semakin merangkul para pelaku seni karena kami bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Untuk rekan-rekan seniman, teruslah berkarya dengan hati dan jangan pernah kehilangan sisi kemanusiaan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, S.Sn., M.M. Ia mengaku terharu melihat kekompakan para seniman yang kerap dilekatkan dengan stigma ego sektoral.
“Ini bukti bahwa kemanusiaan adalah kunci pemersatu. Seniman yang dikenal idealis ternyata memiliki empati luar biasa. Kolaborasi ini menjadi energi positif untuk membawa nama NTB ke level internasional, sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia,” katanya.
Dana hasil penggalangan akan disalurkan melalui BAZNAS NTB. Kepala BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menyambut baik inisiatif ini dan menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap.
“Donasi ini sejalan dengan program kami. Sebelumnya, Pemprov dan BAZNAS telah mengirimkan bantuan tahap awal berupa operasional alat berat dan sembako. Ke depan, kami juga menyiapkan pembangunan sarana ibadah. Kami berharap kegiatan charity berbasis seni seperti ini terus berlanjut,” jelasnya.

Puncak acara ditutup dengan kolaborasi lintas genre yang memukau. Cikughea menampilkan atraksi lukis pasir yang berpadu dengan aransemen musik epik dari Gerry Duta, Denta Haritsa, serta Kirana, vokalis Isvara, yang membawakan lagu Ibu Pertiwi. Penampilan ini menjadi penanda akhir yang emosional bagi malam penggalangan dana tersebut.



Acara Artunity mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Taman Budaya NTB, BAZNAS NTB, puluhan mitra media, UMKM, dan komunitas kreatif lokal. Melalui keberhasilan ini, penyelenggara berharap Artunity dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memadukan pelestarian budaya dengan aksi kemanusiaan di masa mendatang.
