Panggung Ujian yang Menjelma Jadi Pertunjukan: Malam UKK Seni Musik SMKN 5 Mataram di SAVAH
Dengan begitu, malam itu menjadi semacam ekosistem kecil: ada performer, ada crew, ada penonton, semuanya bergerak dalam satu ritme yang sama.
Dengan begitu, malam itu menjadi semacam ekosistem kecil: ada performer, ada crew, ada penonton, semuanya bergerak dalam satu ritme yang sama.
Dalam tur ini, kedua band akan membawakan materi lagu yang merepresentasikan arah musikal masing-masing
HUMA kini memulai babak baru dengan identitas yang lebih matang dan arah musikal yang semakin terdefinisi.
Melalui Tanpa Nama, Nusaria tidak hanya menghadirkan sebuah video musik, tetapi juga memperlihatkan bahwa kerja kolektif yang sehat masih hidup dan relevan, khususnya di Mataram
Judul Sisa Mabuk Semalam sendiri dipilih karena kedekatannya dengan realitas keseharian mereka. “Karena begitu dekat dengan kegiatan kami, malam selalu punya cerita seru,” ujarnya dengan nada santai.
Duo musisi asal Lombok, Yuga Anggana dan Sangga Boemi, resmi memperkenalkan proyek musik terbaru mereka, Nusaria, lewat single perdana berjudul “Tanpa Nama” yang dirilis hari ini, 8 Maret 2026, di berbagai platform musik digital.
Lagu ini menjadi penanda penting, sekaligus penawar rindu akan kawasan wisata legendaris yang pernah menjadi ikon pariwisata Pulau Lombok.
Single “wHERE were you?” secara tematik berangkat dari pengalaman emosional yang intim, mengangkat isu kehilangan, duka, perasaan ditinggalkan, hingga harapan untuk pulih. Lagu ini dirancang sebagai medium katarsis—tidak hanya bagi para personel, tetapi juga bagi pendengar yang memiliki pengalaman serupa.
Melalui Sunyi, Studi, Safari, Mon Harja menawarkan lebih dari sekadar debut musikal. Album ini menjadi dokumen emosional tentang bertahan hidup di tengah ketidakpastian, sekaligus penanda lahirnya suara baru dari skena independen Lombok.
Melalui RESIDU, YUENBY tidak sekadar menawarkan musik sebagai produk hiburan, tetapi sebagai medium pengalaman emosional. EP ini terasa seperti ruang refleksi—mengajak pendengar menelusuri kembali fragmen perasaan yang mungkin pernah mereka tinggalkan, namun belum sepenuhnya selesai.