Klegoth Breaks resmi mempersembahkan MURPEJI SESSION, sebuah sesi musik yang memuat tiga trek baru: Hardway to Kefor, Dongak Langit, dan Murpeji Echoes. sesi ini ditampilkan langsung di Murpeji, desa dataran tinggi di pinggir Kota Mataram, Lombok Barat sebuah ruang yang hingga kini masih menyimpan sungai jernih, lanskap hijau, dan bentangan langit yang memanjakan mata.
Sebagai warga Sasak, Klegoth Breaks menyebut sesi ini berangkat dari rasa syukur karena masih dapat menikmati keindahan Murpeji. Namun rasa syukur tersebut diiringi oleh dengan kegelisahan, terutama ketika isu kerusakan lingkungan semakin masif terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Tiga trek dalam MURPEJI SESSION menjadi medium Klegoth Breaks merekam perasaan itu. Di dalamnya, mereka menyelipkan doa dalam setiap frekuensi terdapat harapan agar manusia berhenti egois dan berhenti menyakiti alam.
Menariknya, sikap tersebut juga ditegaskan lewat pernyataan Klegoth Breaks yang berbunyi:
“Semua boleh menonton, kecuali yang suka babat hutan.”
Statement ini bukan sekadar guyonan atau provokasi. Ia menjadi garis tegas posisi Klegoth Breaks terhadap isu lingkungan. Kalimat tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap praktik eksploitatif yang merusak ruang hidup, sekaligus ajakan reflektif agar manusia meninjau ulang relasinya dengan alam. Bagi Klegoth, menikmati musik yang lahir dari alam semestinya juga dibarengi dengan tanggung jawab untuk menjaganya.

Dengan demikian, MURPEJI SESSION tidak hanya hadir sebagai sajian audio-visual, tetapi juga sebagai pernyataan sikap: bahwa musik, alam, dan manusia seharusnya berada dalam hubungan yang saling merawat, bukan saling melukai.
Klegoth Breaks juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran sesi ini Madcats Record, Sound Solution, Pelita Harapan, Ttktatak, dan Angkringan Murpeji.