20 Juli 2025 | Mataram – Gitaris muda asal Lombok, Adya Amru, resmi merilis karya instrumental solo gitar perdananya yang bertajuk “571M” pada 20 Juli 2025. Dirilis sebagai bagian dari perjalanan musikal yang lebih personal dan kontemplatif, karya ini mengandung makna mendalam yang merujuk pada perubahan besar dalam sejarah peradaban.
“571M bermakna suatu titik balik zaman, yang merubah peradaban ke arah yang sangat berbeda. Karena pada waktu itu lahir sosok besar yang mewarisi nilai-nilai ketuhanan untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia,” ungkap Amru. “Karya ini menggambarkan suka cita akan kehadirannya.”

Sebagai gitaris yang sudah lama terinspirasi oleh berbagai maestro gitar dunia, Amru mengaku bahwa keinginannya untuk memiliki karya solo gitar sudah muncul sejak lama. “Saya memang tidak pandai bernyanyi,” tuturnya sambil tersenyum, “tapi ide-ide musik terus mengalir, alhamdulillah.”
Lagu “571M” diciptakan melalui proses yang tidak hanya teknis, tapi juga filosofis. “Karya ini lahir dari proses belajar dan analisis musik, yang kemudian saya padukan dengan ideologi untuk membangun nuansa dan rasa,” jelasnya. Rekaman lagu ini dilakukan secara live di Studio 8, Kota Bandung, dengan dukungan penuh dari tim dan komunitas musik yang selama ini mendukung perjalanannya.
Lewat “571M”, Amru ingin menyampaikan rasa syukur mendalam atas kasih sayang Tuhan yang tak pernah meninggalkan makhluk-Nya. Musik tanpa lirik ini menjadi medium ekspresif yang sarat spiritualitas, sekaligus refleksi dari kecintaan Amru terhadap instrumen gitar.
Respon atas perilisan lagu ini pun cukup positif. “Alhamdulillah banyak teman musisi dan pendengar yang memberikan apresiasi. Saya berharap karya ini bisa dinikmati sebagai bagian dari keragaman khazanah budaya dan karya anak bangsa,” katanya.
Amru juga mengisyaratkan bahwa “571M” adalah permulaan dari perjalanan panjangnya sebagai musisi solo. “Saya sudah menyiapkan beberapa karya lain, insya Allah akan menuju album penuh. Tapi akan dirilis secara perlahan, menyesuaikan situasi,” ujarnya. “Di karya selanjutnya, saya menyiapkan kejutan.”